Jumat, 29 November 2013

Kerajaan – kerjaan Islam Di Indonesia

   
a.       Kerajaan Samudra Pasai
Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13. Kerajaan Islam yang pertama muncul di Indosenia ialah Kerajaan Samudra pasai. Kerajaan ini terletak di Pantai Timur Sumatra, sekitar Sungai Jambu Air dan Sungai Pasai, daerah Lhokseumawe.
Pada awalnya, Kerajaan Samudra Pasai terdiri atas 2 Daerah, yaitu Samudra dan Pasai. Kedua daerah itu telah lama menjadi persinggahan dan bermukim para saudagar
dari Arab, Persia, dan India. Sesudah kekuasaan Islam muncul, kedua daerah ini disatukan menjadi Kerajaan Samudra Pasai.
b.      Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh berdiri pada abad ke-16. Kerajaan ini terletak di tepi Selat Malaka. Pusat Kerajaan Aceh terdapat dikutara (banda Aceh sekarang).
Pada tahun 1511 M, bangsa portugis menguasai Malaka. Dari Malaka, Portugis kemudian menguasai Samudra Pasai. Sejak itu, para pedagang Islam mencari pelabuhan lain untuk menghindari Portugis. Pelabuhan baru itu adalah Aceh. Dari sinilah muncul Kerajaan baru, yaitu Kerajaan Aceh.

c.       Kerajaan Demak
Pada abad ke-16 muncul kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, yaitu Kerajaan Demak. Semula Demak merupakan salah satu wilayah yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Keika Majapahit runtuh akibat perang saudara pada tahun 1478, pusat kerajaan Hindu berpindah ke kuling dan akhirnya ke Daha (Kediri). Runtuhnya Majapahit menyebabkan bangkitnya Demak menjadi kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.
d.      Kerajaan Banten
Pada awal abad ke-16, daerah  jawa Barat dikuasai oleh Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Dalam waktu yang singkat, seluruh pantai utara Jawa Barat dapat dikuasai oleh Fatahillah. Agama Islam lambat laun tersebar di Jawa Barat. Fatahillah kemudian menjadi wali dan mendapat gelar Sunan Gunung Jati dan berkedudukan di Cirebon.
Pada tahun 1522, putera Fatahillah yang bernama Hasanuddin diangkat menjadi penguasa di Banten. Fatahillah sendiri mendirikan pusat kegiatan keagamaan di Gunung Jati, Cirebon, sampai beliau wafat pada tahun 1570. Jadi pada awalnya, kerajaan Banten merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Demak.
e.      Kerajaan ternate dan Tidore
Sejak abad ke-13, maluku sudah ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang Islam dari Jaawa dan Melayu.seiring dengan ramainya perdagangan, berdatanglah pula para mubaligh dari Jawa Timur untuk mengajarkan Agama Islam.
Kerajaan Ternate merupakan kerajaan yang mendapatkan pengaruh Islam dari para pedagang Jawa dan Melayu. Selain Kerajaan Ternate, juga terdapat Kerajaan Tidore. Raja tidore yang terkenal ialah Pangeran Nuku.
 
 
 
 Edited : Nabila Fazrin Maulani
 sumber: http://maldini-ardy.blogspot.com/2012/10/kerajaan-dan-peninggalan-islam-di.html

Listrik Dinami


KUAT ARUS LISTRIK (I)
Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. Arah arus listrik (I) yang timbul pada penghantar berlawanan arah dengan arah gerak elektron.
Muatan listrik dalam jumlah tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. Jadi kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. Jika dalam waktu t mengalir muatan listrik sebesar Q, maka kuat arus listrik I adalah:
1
2
para ahli telah melakukan perjanjian bahwa arah arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Jadi arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron.
 
BEDA POTENSIAL ATAU TEGANGAN LISTRIK (V)
Terjadinya arus listrik dari kutub positif ke kutub negatif dan aliran elektron dari kutub negatif ke kutub positif, disebabkan oleh adanya beda potensial antara kutub positif dengan kutub negatif, dimana kutub positif mempunyai potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif.
Beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya gerak listrik dan dalam keadaan tertutup disebut tegangan jepit.
 
HUBUNGAN ANTARA KUAT ARUS LISTRIK (I) DAN TEGANGAN LISTRIK (V)
Hubungan antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru Fisika berasal dari Jerman yang bernama George Simon Ohm. Dan lebih dikenal sebagai hukum Ohm yang berbunyi:
Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkan suhu penghantar tetap.
Hasil bagi antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atau resistansi (R) dengan satuan ohm.
3
 
HUBUNGAN ANTARA HAMBATAN KAWAT DENGAN JENIS KAWAT DAN UKURAN KAWAT
Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Dalam radio dan televisi, resistansi berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainnya dapat berfungsi dengan baik.
Untuk berbagai jenis kawat, panjang kawat dan penampang berbeda terdapat hubungan sebagai berikut:
4
 
HUKUM I KIRCHOFF
Dalam alirannya, arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Ketika arus listrik melalui percabangan tersebut, arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada tidaknya hambatan pada cabang tersebut. Bila hambatan pada cabang tersebut besar maka akibatnya arus listrik yang melalui cabang tersebut juga mengecil dan sebaliknya bila pada cabang, hambatannya kecil maka arus listrik yang melalui cabang tersebut arus listriknya besar.
Hukum I Kirchoff berbunyi:
Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.
Hukum I Kirchhoff tersebut sebenarnya tidak lain sebutannya dengan hukum kekekalan muatan listrik.
Hukum I Kirchhoff secara matematis dapat dituliskan sebagai:
5
 
HUKUM II KIRCHOFF
Pemakaian Hukum II Kirchhoff pada rangkaian tertutup yaitu karena ada rangkaian yang tidak dapat disederhanakan menggunakan kombinasi seri dan paralel.
Umumnya ini terjadi jika dua atau lebih ggl di dalam rangkaian yang dihubungkan dengan cara rumit sehingga penyederhanaan rangkaian seperti ini memerlukan teknik khusus untuk dapat menjelaskan atau mengoperasikan rangkaian tersebut. Jadi Hukum II Kirchhoff merupakan solusi bagi rangkaian-rangkaian tersebut yang berbunyi:
Di dalam sebuah rangkaian tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik (ε) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol.
Hukum Kirchoff II dirumuskan sebagai berikut:
6
ENERGI LISTRIK
7
Karena q = I . t, dimana I adalah kuat arus listrik dan t waktu, maka besar usaha
yang dilakukan adalah:
W = V . I . t
Karena V = I . R, maka besar usaha W yang sama dengan energi listrik adalah
8
 
DAYA LISTRIK
Besar Daya listrik (P) pada suatu alat listrik adalah merupakan besar energi listrik (W) yang muncul tiap satuan waktu (t), kita tuliskan.
9
 
 
 Edited by  :  Nabila Fazrin Maulani
sumber:http://wahanacorp.blogspot.com/2011/09/materi-listrik-dinamis.html

SIFAT KUTUB MAGNET


          
            Tidak selamanya dua batang magnet didekatkan akan tarik menarik, tetapi bisa saja saling tolak menolak. Magnet memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan, jika kutub yang sejenis didekatkan maka akan terjadi tolak menolak dan sebaliknya jika kutub yang tidak sejenis didekatkan maka akan terjadi tarik menarik.Misalkan kutub utara magnet didekatkan dengan kutub utara magnet maka akan terjadi tolak menolak akan tetapi jika kutub utara didekatkan dengan kutub selatan magnet maka akan terjadi tarik menarik.
            Untuk mengidentifikasi jenis kutub pada sebatang magnet, maka kita bisa menggunakan suatu cara sederhana yaitu dengan menggantung magnet tersebut dengan seutas benang sehingga bisa bergerak bebas.

             Jika sebatang magnet dibiarkan bergerak bebas maka akan selalu mengarah kearah utara dan selatan bumi. Kutub magnet yang mengarah ke arah selatan bumi merupakan kutub utara megnet dan kutub yang mengarah ke arah utara bumi merupakan kutub selatan magnet.
 
 
Edited by :Nabila Fazrin M
sumber: http://tomayou.blogspot.com/2012/12/kemagnetan-materi-smp-kelas-9.html

Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Elektromagnet


Apakah  yang  memengaruhi  besar  medan  magnet  yang  dihasilkan elektromagnet? Sebuah elektromagnet terdiri atas tiga unsur penting, yaitu jumlah lilitan, kuat arus, dan inti besi.

Makin banyak lilitan dan makin besar arus listrik yang mengalir, makin besar medan magnet yang dihasilkan. Selain itu medan magnet yang dihasilkan elektromagnet juga tergantung pada inti besi yang digunakan. Makin besar (panjang) inti besi yang berada dalam solenoida,  makin  besar  medan  magnet  yang  dihasilkan  elektromagnet. Jadi kemagnetan sebuah elektromagnet bergantung   besar kuat  arus  yang  mengalir,  jumlah  lilitan,  dan  besar  inti  besi  yang digunakan.

Elektromagnet menghasilkan medan magnet yang sama dengan medan magnet sebuah magnet batang yang panjang. Elektromagnet juga mempunyai dua kutub yaitu ujung yang satu merupakan kutub utara dan ujung kumparan yang lain merupakan kutub selatan.

Dibandingkan magnet biasa, elektromagnet banyak mempu- nyai  keunggulan.  Karena  itulah  elektromagnet  banyak  digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa keunggulan elektromagnet antara lain sebagai berikut.

a.    Kemagnetannya dapat diubah-ubah dari mulai yang kecil sampai yang besar dengan cara mengubah salah satu atau ketiga dari kuat arus listrik, jumlah lilitan dan ukuran inti besi.

b.   Sifat kemagnetannya mudah ditimbulkan dan dihilangkan dengan  cara  memutus  dan  menghubungkan  arus  listrik  meng- gunakan sakelar.

c .   Dapat dibuat berbagai bentuk dan ukuran sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki.

d.   Letak kutubnya dapat diubah-ubah dengan cara mengubah arah arus listrik.

Kekuatan elektromagnet akan bertambah, jika:
a.  arus yang melalui kumparan bertambah,
b.  jumlah  lilitan  diperbanyak,
c.  memperbesar/memperpanjang inti besi.
 
 
 

MEDAN MAGNET DI SEKITAR ARUS LISTRIK





menjelaskan sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.
Arah  penyimpangan magnet   jarum   kompas ketika  berada  di  sekitar arus listrik dapat diterang- kan sebagai berikut.
Anggaplah arus listrik terletak  di  antara  telapak tangan kanan dan magnet jarum  kompas.  Jika  arus listrik   searah   dengan keempat  jari,  kutub  utara magnet  jarum  akan  me- nyimpang  sesuai  ibu  jari. Cara penentuan arah sim- pangan magnet jarum kom- pas  demikian  disebutkai- dah telapak tangan kanan.

Medan  magnet  di  sekitar  kawat  berarus  listrik  ditemukan secara tidak sengaja oleh  Hans Christian Oersted (1770-1851), ke- tika akan memberikan kuliah bagi mahasiswa. Oersted menemukan bahwa di sekitar kawat berarus listrik magnet jarum kompas akan bergerak (menyimpang). Penyimpangan magnet jarum kompas akan makin  besar  jika  kuat  arus  listrik  yang  mengalir  melalui  kawat diperbesar. Arah penyimpangan jarum kompas bergantung arah arus listrik yang mengalir dalam kawat.

Gejala itu terjadi jika kawat dialiri arus listrik. Jika kawat tidak dialiri arus listrik, medan magnet tidak terjadi sehingga magnet jarum kompas tidak bereaksi.

Perubahan   arah   arus   listrik   ternyata   juga   memengaruhi perubahan  arah  penyimpangan  jarum  kompas.  Perubahan  jarum kompas menunjukkan perubahan arah medan magnet.

Bagaimanakah  menentukan  arah  medan  magnet  di  sekitar penghantar berarus listrik?

Jika arah arus listrik mengalir sejajar dengan jarum kompas dari kutub selatan menuju kutub utara, kutub utara jarum kompas menyimpang berlawanan dengan arah putaran jarum jam.

Jika arah arus listrik mengalir sejajar dengan jarum kompas dari kutub utara menuju kutub selatan, kutub utara jarum kompas menyimpang searah dengan arah putaran jarum jam
 
 


Edited by: Nabila Fazrin M
sumber: http://memetmulyadi.blogspot.com/2009/01/kemagnetan-materi-ipa-kelas-9-smpmts.html#ixzz2m6c3JSeI

Penggunaan Prinsip Kerja Elektromagnetik


a.Magnet Pengangkat
Magnet pengangkat digunakan untuk mengangkat benda-benda rongsokan yang terbuat  dari besi. Pada prinsipnya magnet pengangkat terdiri dari kawat penghantar yang dililitkan pada besi lunak, jika kawat dialiri arus listrik maka inti besi menjadi magnet dan menarik benda-benda yang hendak diangkat, jika sudah dipindahkan maka arus listrik diputus maka inti besi tidak memiliki sifat magnet lagi dan benda-benda dilepaskan kembali.
b.Bel Listrik
            Prrinsip kerja bel listrik yaitu jika saklar ditekan arus mengalir melalui kumparan (solenoid)  dan M menjadi kemudian menarik sauh S (besi lunak) sehingga pemukul P memukul bel B . Tertariknya sauh S menyebabkan hunungan arus I terputus sehingga arus brhenti mengalir. Arus yang berhenti mengalir akan menghilangkan kemagnetan M. Karena kemagnetan M hilang, pemukul P kembali ke posisi semula dan kontak I tersambung lagi (M) menjadi magnet dan menarik pemukul P sehingga memukul bel B, demikian seterusnya.

c. Relai Magnet
            Relai magnet adalah alat yang digunakan untuk menyambung dan memutus arus listrik yang berarus besar sehingga tidak membahayakan orang yang menyalakannya. Prinsip kerja relai magnet yaitu pada waktu saklar Sk dihubungkan, akan menyebabkan arus mengalir melalui solenoid sehingga besi lunak M menjadi magnet. M kemudian menarik sauh S dan menyebabkan K1 ke K2 kemudian ke motor listrik 
 
 Edited by: Nabila Fazrin M
sumber: http://tomayou.blogspot.com/2012/12/kemagnetan-materi-smp-kelas-9.html

KEMAGNETAN BUMI


              
            Jarum kompas yang terbuat dari magnet selalu mengarah ke arah utara dan selatan bumi, hal ini disebabkan karena bumi memiliki magnet. Kutub utara magnet bumi terletak di dekat kutub selatan bumi sedangkan kutub selatan magnet bumi terletak di dekat kutub utara bumi. Letak kutub magnet bumi yang tidak tepat di kutub utara dan selatan bumi menyebabkan arah jarum kompas menyimpang sedikit dari arah utara selatan bumi. Sudut penyimpangan arah jarum kompas dengan arah utara selatan bumi ini disebut dengan sudut deklinasi. Besar sudut deklinasi di setiap tempat di permukaan bumi berbeda-beda dan berubah-ubah dari tahun ke tahun.
            Karena bumi berbentuk bulat, medan magnet yang terbentuk oleh kemagnetan bumi tidak sejajar dengan permukaan bumi. Hal ini mengakibatkan jarum kompas yang mengarah ke arah utara selatan bumi tidak sejajar dengan permukaan bumi(miring) karena mengikuti arah medan magnet bumi. Sudut yang dibentuk oleh arah jarum kompas dengan garis horisontal disebut sudut inklinasi. Besar sudut inklinasi di daerah katulistiwa adalah 0 dan sudut inklinasi di kutub utara maupun kutub selatan sebesar 900.
 
Edited by: Nabila Fazrin M
Sumber: http://tomayou.blogspot.com/2012/12/kemagnetan-materi-smp-kelas-9.html