Jumat, 06 Desember 2013

Lirik Lagu Grenade - Bruno mars


Easy come, easy go
That’s just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give
Should of known you was trouble from the first kiss, Had your eyes wide open -
Why were they open?
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked, Cause what you don’t understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh, oh
I would go through all this pain, Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby ; But you won’t do the same
No, no, no, no
Black, black, black and blue beat me till I’m numb Tell the devil I said “hey” when you get back to where you’re from
Mad woman, bad woman,
That’s just what you are, yeah,
You’ll smile in my face then rip the breaks out my car
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked Cause what you don’t understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh, oh
I would go through all this pain, Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby ; But you won’t do the same
If my body was on fire, ooh You’ d watch me burn down in flames You said you loved me you’re a liar Cause you never, ever, ever did baby…
But darling I’ll still catch a grenade for ya
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh, oh
I would go through all this pain, Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby ; But you won’t do the same.
No, you won’t do the same,
You wouldn’t do the same,
Ooh, you’ll never do the same,
No, no, no, no

Posted : Intan Nurbaiduri


KP Pertamina Geothermal Energy
KERJA PRAKTEK (KP) PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY
Kali ini saya ingin berbagi dengan rekan-rekan semua, ini tentang pengalaman kami selama 2 bulan (10 Januari – 25 Februari 2011) kerja praktek di Pertamina Geothermal Energi-Area Geothermal Kamojang. Namun sebelumnya kami ingin memberi informasi kepada teman2 semua tentang syarat-syarat untuk melaksanakan KP di Pertamina Geothermal Energy.
10 Januari 2011, adalah hari pertama kami melaksanakan KP di Kantor Pusat Pertamina Geothermal Energy Jakarta..Masih teringat saat itu, kami memakai pakaian yang menurut kami sangat rapi (Kemeja+celana kain), maklum ini adalah hal yang baru buat kami memakai kemeja+celana kain trus kaki baju masuk. Biasanya di kampus hanya menggunakan lepis+kaos/baju yang berkera..namun untuk standar KP di PGE tidak diperbolehkan seperti itu.
Kami berempat saat itu melaksanakan KP di PGE. Siapa dia??? Basdar Purwansah BS (Kemeja Panjang putih), trus Dedy Ismanto Hadi (kemeja bergaris merah), Akino Iskandar (posisi paling tengah), terakhir Fadillah tapi akrab disapa Bung Fadil (beliau lagi mencepret, jd ga kelihatan). Nah foto yang di bawah ini adalah kami semua dan saat itu suasana kantor masi sangat sepi, maklum kami datangnya terlalu cepat (masih jam 06.30 pagi)…heheh  bias buat kesan yang baik dulu…


Mereka
Namun saat ini saya ga mau bahas tentang karakter saudara-saudara saya ini (ada edisi tersendiri).
Pasti diantara teman-teman ada yang bertanya tentang prosedur untuk dapat melaksanakan Kerja Praktek (KP) ataupu Tugas Akhir (TA)  di Pertamina Geothermal Energy. Baiklah, di bawah ini saya sampaikan hal-hal yang mesti teman-teman cermati dan lengkapi..
  1. Surat dan Proposal KP/TA dikirim atau diajukan keperusahaan selambat-lambatnya 3 bulan sebelum jadwal KP yang ditetapkan oleh teman-teman.. Klik di sini untuk melihat contoh surat dan proposal KP (ini versi Geofisika Unhas) Surat KP PT Pertamina Geothermal Energi (Kantor Pusat).
  2. Menyertakan judul atau topik pada proposal KP, hal ini penting untuk penentuan pembimbing teman-teman.
  3. Pemohon adalah Mahasiswa Perguruan Tinggi atau swasta dengan jenjang studi Strata-1 (S1), Diploma (D3) serta siswa SMK/STM dengan status terakreditasi, hal ini dibuktikan dengan surat permohonan.
  4. IPK Minimal 3.00 (lumayan gede juga yah).
  5. Surat dan Proposal permohonan KP/TA ditujukan kepada :
Manager Sumber Daya Manusia (SDM)
PT. Pertamina Geothermal Energy
Skyline Building (Menara Cakrawala), Lantai 8
Jl. M.H. Thamrin No.9
Jakarta 10340
6. KP dilaksanakan selama 1-2 Bulan, sedangkan TA sendiri 3 Bulan atau bahkan lebih . itu semua tergantung pada data yang akan diolah pada saat TA. Klo kemarin she KP kebanyakan hanya 1 bulan
7. Peserta KP dibatasi hanya sampai 3 orang saja, hal ini mengingat keterbatasan pembimbing dan kapasitas ruangan yang tersedia.
Nah pasti teman-teman bertanya, Dokument-dokumen yang diperlukan saat
mengajukan permohanan KP/TA, berikut ini saya tulisankan,
  1. Surat Permohonan KP/TA yang ditanda tangani oleh Ketua Prodi, Ketua Jurusan dan Wakil Dekan I bidang Akademik (lengkap dengan stempel). Klik disini untuk melihat contoh surat.
  2. Proposal KP/TA yang didalamnya ditanda tangani oleh masing2 peserta KP serta tanda tangan Ketua Prodi, didalam proposal pada bagian akhir serta CV masing2 peserta KP (CVnya cukup sederhana saja). Klik disini untuk melihat contoh proposal dan CV. Proposal KP PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY (K. Pusat)
  3. Menyertakan judul pada proposal
  4. Transkrip Nilai Akdemik (Akademik Rekor) yang telah ditanda tangani oleh Penasehat Akademik masing2 peserta KP dan tanda tangan Ketua Jurusan
Nb: surat dan proposalnya yang rapi yah, alamat perusahaan mesti jelas.
Selanjutnya kami akan sampaikan beberapa fasilitas yang tersedia selama KP/TA di PGE, ini adalah fasiltas yang kami rasakan selama kami KP di Kantor Pusat dan Area(lapangan).
  1. Ruagan Ber-AC
  2. Akeses Internet, tp untuk yang namanya Facebook dan sejenisnya tidak dapat diakses atau diunduh…(ada batasan jamnya gan)
  3. Print, ini hanya dapat digunakan untuk kebutuhan selama KP kalau untuk keperluan pribadi tidak diperbolehkan
  4. Pantry (lihat gambar pantry PGE, keren banget), tersedi minuman hangat (Milo, Mocacino, dan sejenisnya pake cino2 gitu, ada teh juga kok)Fasiltas olahraga:

ini ruang pentry; teman saya fadil, imam, dan kino
  • Selasa: Futsal
  • Rabu: Bulutangkis
  • Kamis: Tenis Lapangan
Kami berempat memilih hari hari selasa (futsal), ini olahraga favorit kami gan…untuk saya sendiri selain selasa, saya milih hari kamis juga (Tenis Lapangan), ini olahraga yang saya tekuni dari sejaka saya kecil..heehh
Kalau dilapangan, misalnya di Area Geothermal Kamojang, fasiltas yang dapat kurang lebih sama pada poin 1-3. Tapi ada tambahan, di sana disediakan Mes di dalamnya sudah lengkap. Ada lemari, tempat tidur, Kulkas, Kompor Gas lengkap, Dispenser,pokoknya lengkap deh).
Lagi di lokasi salah satu sumur prodiksi yang ada di Kamojang
Nah, teman-teman itulah beberapa ketentuan yang diterapkan di Perusahaan (termasuk di PGE). Mungkin kurang lebih sama dengan perusahaan2 lainnya.
Jangan lupa banyak berdoa, agar proposalnya diterima….
Next, saya akan berbagi tentang jurusan-jurusan yang bisa masuk KP di PGE khususnya pada Management Pemberdayaan Sumber Daya (PSD)..
Jangan lupa komentarnya ya teman-teman. Jika ada pertanyaan silahkan di komentari, pasti di jawab kok…
Semoga bermanfaat…
Wassalam…

 Edit : Intan Nurbaiduri
sumber : data kakak




Kamojang, 22 Agustus 2013
Nomor      :    / PGE242 / 2013 – S8    

Kepada Yth,

PT. Heleyora Powerindo

di
Kamojang

Dengan hormat,
Harap bantuan Saudara untuk dapat menugaskan 1 (Satu) orang untuk melaksanakan perjalanan dinas dari Kamojang ke Jakarta, pada  tanggal  : 22 Agustus s/d 24 Agustus 2013 dalam rangka:
Rounded Rectangle: - Mengirim Gas Botol ke Geochemis Jakarta.

 




Demikian, atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Ybs,                                           Mengetahui :                             Menyetujui :                                                             Man.Ops.Produksi,                      SDM / LU

                                     
Husni Sopian S                         M. Achyar Karim                      Djoko Santoso    
 

 


SURAT PERJALANAN DINAS ( SPD )


N a m a        : Husni Sopian S                                            Dari             :  Kamojang
                                                                                       Tujuan          :  Jakarta
                                                                                       Dari tanggal  :  22-08-2013
Biaya            : Perusahaan                                                 Kembali        :  24-08-2013
Kendaraan    : Umum       
Rounded Rectangle: - Mengirim Gas Botol ke Geochemis Jakarta.

                                     



Yang dikunjungi,                                                                  PT. Heleyora Powerindo


                                               


……………………..                                                                ..............................

Edit : Intan Nurbaiduri
A.      Masuknya Islam ke Indonesia
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 623 M. kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para kholifah agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 sajapengarus Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti  Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga nusantara.
Sejarah mencatat kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasilan rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenal agama islam kepada kependudukan local.
Berkembangnya islam di Indonesia tiak lepas dari peranan para pedagang Arab, Persia, dan India. Islam masuk ke Indonesia melalui Teluk Persia dan Syiria, terus ke Peureulak dan Sumatera melalui samudra pasai di aceh bagian utara selanjutnya ke daerah lain di Sumatra.
Menurut para ahli sejarah Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 1 hijriah atau abad ke 7 Masehi, tetapi ada juga yang berpendapat abad ke 13 Masehi, namun demikian perbedaan pendapat tersebut tidak perlu diperdebatkan panjang lebar. Adapun yang terpenting saat ini agama Islam telah menjadi bagian integral bangsa sekaligus menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Setidaknya ada beberapa  pendapat tentang masuknya Islam ke Indonesia.
·          Pertama, Islam yang masuk dan berkembang di Indonesia berasal dari Jazirah Arab atau bahkan dari Makkah pada abad ke-7 M, pada abad pertama Hijriah. Pendapat ini adalah pendapat Hamka, salah seorang tokoh yang pernah dimiliki Muhammadiyah dan mantan ketua MUI periode 1977-1981. Hamka yang sebenarnya bernama Haji Abdul Malik bin Abdil Karim mendasarkan pendapatnya ini pada fakta bahwa mazhab yang berkembang di Indonesia adalah mazhab Syafi’i. Menurutnya, mazhab Syafi’i berkembang sekaligus dianut oleh penduduk di sekitar Makkah. Selain itu, yang tidak boleh diabaikan adalah fakta menarik lainnya bahwa orang-orang Arab sudah berlayar mencapai Cina pada abad ke-7 M dalam rangka berdagang. Hamka percaya, dalam perjalanan inilah, mereka singgah di kepulauan Nusantara saat itu.
·         Kedua, Islam dibawa dan disebarkan di Indonesia oleh orang-orang Cina. Mereka bermazhab Hanafi. Pendapat ini disimpulkan oleh salah seorang pegawai Belanda pada masa pemerintahan kolonial Belanda dulu.
Sebelum Indonesia merdeka, orang-orang Belanda pernah menguasai hampir seluas Indonesia sekarang sebelum ditaklukkan oleh tentara Jepang pada 1942. Tepatnya pada 1928, Poortman memulai penelitiannya terhadap naskah Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda.
Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan penelitiannya terhadap naskah-naskah kuno Cina yang tersimpan di klenteng-klenteng Cina di Cirebon dan Semarang. Ia pun sempat mencari naskah-naskah kuno di sebuah klenteng di Batavia, Jakarta dulu.
Hasil penelitiannya itu disimpan dengan keterangan Uitsluiten voor Dienstgebruik ten Kantore, yang berarti “Sangat Rahasia Hanya Boleh Digunakan di Kantor”. Sekarang disimpan di Gedung Arsip Negara Belanda di Den Haap, Belanda.
Pada 1962, terbit buku Pongkinangolngolan Sinambela Gelar Tuanku Rao yang ditulis Mangaradja Onggang Parlindungan. Dalam buku ini dilampirkan juga naskah-naskah kuno Cina yang pernah diteliti oleh Poortman.

Agama Islam masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang muslim. Selain itu dalam proses penyebaran Islam masuk ke dalam budaya setempat hal ini menyebabkan secara perlahan agama Islam mengakar kuat di masyarakat dan mempu menggeser ajaran agama yang anut sebelumnya.
1.       Proses Dakwah Islam Melalui Perdagangan
Indonesia dilauli oleh jalur perdagangan laut yang menghubungkan anatar china dan daerah lain di Asia. Letak Indonesia yang sangat strategis ini membuat lalu lintas perdagangan di Indonesia sangat padat karena dilalui oleh para pedagang dari seluruh dunia termasuk para pedagang muslim. Pada perkembangan selanjutnyam para pedagang muslim ini banyak yang tertinggal dan mendirikan perkampungan islam di Nusantara. Para pedagang ini juga tak jarang mengundang para ulama dan mubaligh dari negeri asal mereka ke nusantara. Para Ulama dan mubaligh yang datang atas undangan para pedagang inilah yang diduga memiliki salah satu peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Para pedagang berasal dari luar negri yang jauh dari Indonesia, misalnya Arab, Persia, Irak, Gujarat, dan Banggal, Sri Langka dan negri lainnya karena factor-faktor yang menentukan musim waktu peleyaran, terpaksa tinggal di bandara-bandara yang mereka datangi. Mereka diberi tempat oleh penguasa setempat sehingga membentyuk suatu komunitas yang sering disebut dengan perkampungan “ Pakojan”, yaitu kampong yang khusus untuk para pedagang muslim. Di beberapa kota lama Toponim “ Pakojan “ masih bisa di saksikan bekasnya, yaitu di kota banten, semarang, Jakarta dan beberapa kota lainnya.
2.       Penyebaran Islam Melalui Perekawinan dan Hubungan Sosial
Penyebaran Islam merupaka suatu proses yang berhubungan dengan tempat, waktu dan orang yang melakukan dari komunitas perdagangan muslim yang datang ke Indonesia. Proses penyebaran Islam datapat terjadi karena mereka ada yang melakukan perkawinan ddengan masyarakat biasa maupun bangsawan yang terlebih dahulu diIslamkan. Faktor pendukung terjadinya proses perkawinan antara para pedatang muslim dengan penduduk wanita setempat, antara lain adalah bahwa islam tidak membedakan status social apakah orang kaya atau miskin, orang biasa atau bangsawan. Dari pandangan rakyat pribumi, lebih-lebih mereka yang beragama Hindu dan mengenal perbedaan status social atas dasar pembagaian kasta.






3.       Penyebaran Islam oleh Walisongo
a.       Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim )
Maulama Malik Ibrahim dikenal dengan nama Maulana Magribi karena berasal dari wilayah Magribi ( Afrika Utara ). Ia lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik, karena selama kurang 20 tahun ia berhasil mencetak kader penyebaran agama islam pertama di pulau Jawa.  Ia berdakwah secara insentif dan bijaksana, meskipun bukan orang jawa, tetapi iya mampu mengatasi keadaan masyarakat setempat dan menerapkan metode dakwah yang tepat unttuk menarik simpati masyarakat kepada islam.
b.      Sunan Ampel (Maulana Rahmatullah)
Sunan Ampel mulai dakwahnya dari sebuah pesantren yang didirikan di Ampel Denta (dekat Surabaya). Sunan Ampel dikenal sebagi wali yang tidak setuju terhadap adat istiadat masyarakat jawa pada saat itu. Misalnya kebiasaan mengadakan sesaji atau selamatan. Namun, para wali lain berpendapat bahwa hal itu tidak dapat di hilangkan dengan segera, tetapi dengan cara memasukan nilai-nilai islam didalamnya. Sunan ampel juga dianggap sebagai penerus cita-cita dan perjuangan sunan gresik.





c.       Sunan Bonang (Maulana Makhdum Ibrahim )

Sunan Boanang termasuk wali yang menyebarkan agama islam dengan cara menyesuaikan kebudayaan masyrakat Jawa, seperti wayang dan music gamelan. Untuk itu ia menciptakan gending-gending yang diselengi oleh nilai keislaman. Setiap bait lagu diselingi dengan ucapan dua kalimat syahadat sehingga music gamelan yang mengiringinya dikenal dengan istilah sekatan.
d.      Sunan Drajat ( Maulana Syaifuddin )
 sunana drajat dikenal sebagai seorang wali yang berjiwa social tinggi. Jasanya terhadap yatim piatu, fakir miskin dan orang sakit cukup banyak. Perhatiannya yang demikian besar. Terhadap masalah soaial sangat tepatkarena ia hidup pada saat kerjaan Majapahit runtuh dan rakyat mengalami kritis yang memperhatinkan. Selain itu dalam berdakwah ia juga menggunakan media kesenian, pangkur adalah salahsatu ciptaannya.





e.      Sunan Giri ( Maulana Ainul Yaqin )
 sunan giri yang aslinya beranama raden paku merupaka seorang wali yang menyebarkan agama islam dengan menitikberatkan pada bidang pendidikan. Ia pernah berlajar di pesantren Ampel Denta dan juga sebagia pendiri pesantren Giri. Dapat dikatakan bahwa sunan Giri merupaka tokoh yang mempersatukan Indonesia di bidang pendidikan agama islam.
f.        Sunan Kalijaga ( Maulana Muhammad Syahid )
Sunan kalijaga selain dikenal sebagai wali juga sebagai  budayawan dan seniman karena wawasannya yang luas dan pemikirannya yang tajam. Ia tidak hanya disukai oleh rakyat, tetapi juga oleh para cendikiwan dan penguasa. Sunan kalijaga melakukan dakwah dengan cara berkelana, sarana dakwah yang digunakan berupa petunjuk wayang kulit. Alur cerita dan tokoh wayang memuat nilai-nilai Islam di antara lagu tang diciptakannya adalah Dandang Gula.










g.       Sunan Muria ( Maulana Umar Said )
Sunang muria termasuk salah satu walisongo yang dikenal pendiam, tetapi sangat tajam fatwanya. Oleh karena itu iya juga dikenal sebagai guru tasawuf. Dalam menyebarkan agama islam ia lebih memfokuskan di daerah pedesaan karena ia sendiri tinggal di tempat yang jauh dari keraimanian bersama rakyat biasa. Selain itu ia juga sebagai wali yang menyukai seni. Dua tembang yang bernuasa Islam hasil ciptanyaan adalah “sinom dan kinanti”
h.      Sunan Kudus ( Maulana Fa’jar Shaqid )
Walisongo yang mendapat gelar gelas al-limi (orang berilmu luas) adalah sunan kudus kerena memiliki berbagai ilmu agama, seperti ilmu tauhid, dan fikih. Karena kahliannya itu iya mendapat kepercayaandari kesultanan demakuntuk mengendalikan pemerintahan dan hakim tinggi di wilayah itu. Untuk melancarkan penyebaran islam ia membangun sebuah masjid di kudus yang disebut menara kudus karena di sampingnya terdapat menara tempat beduk masjid.





i.         Sunan Gunung Jati ( Maulana Syarif Hidayatullah )
Salah seorang walisongo yang sangat berperan dalam penyebaran agama islam di Cirebon-jawa barat adalah sunan gunung jati. Ia dilahirkan di Mekkah dan beliau cucu raja pajajaran. Setelah dewasa, ia memilih dakwah di jawa dan mengggatikan kedudukan pamannya. Beliau berhasil menjadikan Cirebon sebagai kerajaan islam pertama di Jawa Barat.

        Selain itu juga ada beberapa tokoh penyebaran islama berdasarkan cerita rakyat atau babad yang yang diglongkan pula kepada wali, misalnya Syekh Bontang dan Sunan Bayat.

B.      Sumber-sumber Sejarah Masuknya Islam di Indonesia
1.       Sumber dari para pedagang Arab
Menurut ketrangan Ibnu Hardadzabeth (844-848M), pedagang Sulaiman (902M), Ibnu Rasteh(903M), Abdu Zayid (916M), ahli geografi Mas’udi (955M), kerajaan Sribuza (sriwijaya) berda pada kekuasaan Raja Zabag yang kaya dan menguasai jalur dagang dengan kerajaan Oman. Dari Sribza (sriwijay) para pedgang Arab memperoleh kayu gaharu, kayu cendana, kayu barus dan masih banyak lagi. Dengan demikian para oedagang sriwijaya abad ke 9-13 M bukan hanya berdagang dengan pedagang cina dan india, melainkan juga dengan pedagang Arab dan Persia. Jadilah proses interaksi di antara mereka yang mengakibatkan banyaknya masyarakat setempat yang tertarikterhadap ajaran agama islam yang dibawa oleh orang-orang Arab dan Persia.
2.       Sumber dari Marcopolo
Marcopolo menyatakan bahwa telah ada kerajaan islam di Fumasik dan Samudera Pasai setelah ia melakukan perjalanan pulang dari cina menuju Persia dan singgah di Perlak pada 1292. Kedua perdagang tersebut menguasai perdagangan di selat malaka dan masih mengakui kedaulatan Majapahit. Kedau kerajaan itu juga memiliki pelabuhan –pelabuhan dagang penting untuk mengekspor lada ke Gujarat dan Banggola.
Diantara pelabuhan penting lain di jalur dagang internasional terdapat pula kerjaan islam terbesar, yaitu kerajaan malaka. Pelabuhan ini mulai ramai pada abad ke 12 M ketika majapahit masih memiliki pengaruh di kawasan tersebut dan ketika para pedagang islam dari berbagai bangsa sudah melakukan perdagangan dengan pedagang di kawasan ini.
3.       Sumber dari Tome Pires
Menurut Tome Pires pengembara asaka portugis, pelabuhan Malaka rami dikunjungi para pedagang dari barat dan pedagang dari timur. Sambil menunggu proses pengangkatan barang ke kapal dan pembongkaran barang dari kapal, serta menunggu musim yang baikuntuk berlayar para pedagang tersebut menetap untuk beberapa lama di kota Malaka. Para pedagang Indonesia yang terbuka terhadap pengaruh asing banyak belaja dari para pedagang ini mengenai kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan agama islam. Dari mereka, Islam menyebar keseluruh penduduk terutama di daerah pesisir.
4.       Sumber dari Batu Nisan
Pada abad ke 11 di pasisir utara Timur Jawa , yaitu di Leran dan Gresik ditemukan sebuah nisan yang bertulisan jenis huruf arab dan nisan kubur di phonrang, cempa. Nisan leran ini juga menyebutkan nama seorang wanita Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tanggal 7 rajab 475 H.
Berdasarkan temuan nisan kubur Fatimah binti Maimun Binti Hibatullah ini diperkirakan bahwa dipesisir utara jawa timur khususnya di Leran telah terdapat sekelompok muslim yang mungkin berasal dari Timur Tengah.
5.       Sumber dari Sejarah Cina
Berita dari Mo Huan yang mengikuti Laksamana Cheng Ho dalam berita ekspedisinya yang diterbitkan dalam buku Ying Yai Sheng Lan memebrikan bukti tentang keberadaan komoditas muslim di daerah pesisir pulau jawa terutama Jawa Timur. Dikemukakan bahwa sebagian penduduk Tuban dan Gresik adalah muslim yang berasal dari setiap kerajaan dari barang yang telah merantau ke daerah ini sebagai pedagang. Golongan lainnya adalah orang Tang yang berasal dari Kuangtung d an tempat lain di wilayah cina selatan, kebayakan dari mereka memeluk agama islam, salat, dan berpuasa. Ma Huan juga menginformasika tentang penduduk pribumi yang belum menjadi islam,



C.      Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia dalam Menyebarkan Islam
1.       Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan islam yang pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh sultan malik al saleh. Awal berdirinya kerjaan ini diketahui dari batu nisan makam raja Malik al Saleh yang meninggal tahun 696 H atau 1297 M. Diperkirakan bahwa dia merupakan raja pertama kerajaan ini. Setelah beliau wafat, kerajaannya berturut-turut dipegang oleh keturunannya, yaitu sultan Muhammad malik At-Taher, sultan Muhammad ahmad dan sultan Zailanal Abidin.





2.       Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh berdiri pada awal abad ke-16 yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah setelah berhasil melepaskan diri dari kerajaan Pedir. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya kerajaan Aceh, antara lain :

    Jatuhnya Malaka dalam kekuasaan Portugis tahun 1511
    Letak kerajaan Aceh sangat strategis pada jalur perdagangan internasional
    Kerajaan Aceh mempunyai pelabuhan dagang yang ramai dan menjadi pusat agama Islam.

Kerajaan Aceh akhirnya mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Wilayah kekuasaan kerajaan Aceh bertambah luas hingga ke Deli, Nias, Bintang, Johor, Pahang, Perah dan Kedah. Dalam upayanya memperluas wilayah ternyata diikuti dengan upacara penyebaran agama Islam sehingga daerah-daerah yang dikuasai Kerajaan Aceh akhirnya menganut Islam

Corak pemerintahan kerajaan Aceh memiliki ciri khusus yang didasarkan pemerintahan sipil dan agama. Hukum adat dijalankan berlandaskan Islam yang disebut Adat Maukta Alam.

Setelah Sultan Iskandar Muda meninggal Aceh mengalami kemunduran karena :

 1.  Tidak ada raja-raja yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas
 2.  Timbulnya pertikaian antara golongan bangsawan (teuku) dan golongan ulama (teungku)
3.     Timbulnya pertikaian golongan ulama yang beraliran Syiah dan Sunnah Wal Jamaah
4.    Banyak daerah yang melepaskan diri seperti Johong, Pahang, Perlak, Minangkabau dan   Syiak
 5.   Mundurnya perdagangan karena selat Malaka dikuasai Belanda (1641)





3.       Kerajaan Malaka
Pendiri dan Sultan pertama kerajaan Malaka bernama Parameswara (1400M-1414M).Konversi keislaman Parameswara digambarkan dalam sejarah Melayu. Teks klasik Melayu tentang kerajaan Malaka, melalui proses mimpi bertemu nabi Muhammad saw. yang membimbingnya  menyebut dua kalimat syahadat. Namun, upacara Parameswara masuk Islam  di pimpin oleh syayid abdul aziz, seorang guru pengembara asal Jeddah. Kerajaan malaka berdiri pada awal ke 15 bersamaan dengan intensifikasi islamisasidan perkembangan perekonomian perdagangan di selatan malaka.
Secara kronologis, raja-raja yang berkuasa setelah Parameswara (Iskandarsyah) ialah Muhammad Iskandarsyah (memerintah tahun 1414-1424M dan menikah dengan putri Pasai). Sultan Mudzafat Syah, sultan Mansyur Syah (1458M-1477M). Sultan Alaudin Syah (1477M-1488M). Kerajaan ini mengalami keruntuhan setelah direbut oleh Bangsa Portugis di bawah pimpinan Al Fanso de Albi Quer que pada tahun 1511M.
4.       Kerajaan Demak
Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada akhir abad 15, setelah berhasil melepaskan diri dari pengaruh kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islama pertama yang berdiri di pulau jawa. Pada masa pemerintahan Raden Patah, Demak mengalami perkembangan pesat. Faktor=factor pendorong kemajuan kerajaan demak adalah :
·         Runtuhnya kerajaan majapahit
·         Letak Demak strategis di daerah pantai sehingga hubungan dengan dunia luar menjadi terbuka
·         Pelabuhan Bargota di Semarang merupakan pelabuhan ekspor impor yang sangan penting bagi demak
·         Demak memiliki sungai sebagai penghubung daerah Demak
Kerajaan Demak dengan bantuan wali sanga berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa pada masa inilah Masjid Agung Demak dibangun. Ketika Malaka.
Dikuasai Portugis, Demak merasa dirugikan sehingga pasukan Demak yang dipimpin Pati Unus dikirim untuk menyerang Portugis di Malaka tahun 1513, tetapi mengalami kegagalan. Pati Unus kemudian terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor.

5.       Kerajaan Mataram
Kerajaan Mataram Islam berdiri tahun 1586 dengan raja yang pertama Sutawijaya yang bergelar Panembahans Senopati (1586-1601). Pengganti Penembahan Senopati adalah Mas Jolang (1601 – 1613). Dalam usahanya mempersatukan kerajaan-kerajaan Islam di Pantai untuk memperkuat kedudukan politik dan ekonomi Mataram. Mas Jolang gugur dalam pertempuran di Krapyak sehingga dikenal dengan nama Panembahan Seda Krapyak.

Kerajaan Mataram kemudian diperintah Sultan Agung pada masa inilah Mataram mencapai puncak kejayaan. Wilayah Mataram bertambah luas meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat kemajuan yang dicapai Sultan Agung meliputi :

1) Bidang Politik
Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan menyerang VOC di Batavia. Serangan Mataram terhadap VOC dilakukan tahun 1628 dan 1929 tetapi gagal mengusir VOC. Penyebab kegagalan antara lain :
a. Jaraknya terlalu jauh yang mengurangi ketahanan prajurit Mataram
b. Kekurangan persediaan makanan
c. Pasukan Mataram kalah dalam persenjataan dan pengalaman perang.

2) Bidang Ekonomi
Kerajaan Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi

3) Bidang Sosial Budaya

    Munculnya kebudayaan kejawen yang merupakan kebudayaan asli Jawa dengan kebudayaan Islam
    Sultan Agung berhasil menyusun Tarikh Jawa
    Ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat, sultan Agung mengarang kita sastra Gending Nitisruti dan Astabrata.

Sepeninggal Sultan Agung tahun 1645, kerajaan mataram mengalami kemunduran sebab penggantinya cenderung bekerjasama dengan VOC.

6.       Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon didirikan Fatahillahs setelah menyerahkan Banten kepada putranya. Pada masa pemerintahan Fatahillah (Sunan Gunung Jati) perkembangan agama Islam di Cirebon mengalami kemajuan pesat. Pengganti Fatahillah setelah wafat adalah penembahan Ratu, tetapi kerajaan Cirebon mengalami kemunduran. Pada tahun 1681 kerajaan Cirebon pecah menjadi dua, yaitu Kasepuhan dan Kanoman.


7.       Kerajaan Makasar
Kerajaan Makasar yang berdiri pada abad 18 pada mulanya terdiri dari dua kerajaan yaitu kerajaan Gowa dan Tallo (Gowa Tallo) yang beribu kota di Sombaopu. Raja Gowa Daeng Maurabia menjadi raja Gowa Tallo bergelar Sultan Alaudin dan Raja Tallo Karaeng Matoaya menjadi patih bergelar Sultan Abdullah.

Kerajaan Gowa Tallo (Makasar) akhirnya dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang didorong beberapa faktor, antara lain :

  1.  Letaknya strategis yang menghubungkan pelayaran Malaka-Jawa-Maluku
   2.  Letaknya di muara sungai yang memudahkan lalu lintas perdagangan antar daerah pedalaman
 3.  Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis yang mendorong para pedagang mencari pelabuhan yang memperjual belikan rempah-rempah
   4.  Kemahiran penduduk Makasar dalam bidang pelayaran dan pembuatan kapal

8.       Kerajaan Ternate
Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13 yang beribu kota di Sampalu. Agama Islam mulai disebarkan di Ternate pada abad ke-14. pada abad ke-15 Kerajaan Ternate dapat berkembang pesat oleh kekayaan rempah-rempah terutama cengkih yang dimiliki Ternate dan adanya kemajuan pelayaran serta perdagangan di Ternate.

Ramainya perdagangan rempah-rempah di Maluku mendorong terbentuknya persekutuan dagang yaitu :

  1.  Uli Lima (Persekutuan Lima) yang dipimpin Kerajaan Ternate
  2.  Uli Syiwa (Persekutuan Sembilan) yang dipimpin kerajaan Tidore

Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Pada saat itu wilayah kerajaan Ternate sampai ke daerah Filipina bagian selatan bersamaan pula dengan penyebaran agama Islam. Oleh karena kebesaransnya, Sultan Baabullah mencapa sebutan “Yang dipertuan” di 72 pulau.

9.       Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore berdiri pada abad ke-13 hampir bersamaan dengan kerajaan Ternate. Kerajaan Tidore juga kaya rempah-rempah sehinga banyak dikunjungi para pedagang. Pada awalnya Ternate dan Tidore bersaing memperebutkan kekuasaan perdagangaan di Maluku. Lebih-lebih dengan datangnya Portugis dan Spanyol di Maluku. Akan tetapi kedua kerajaan tersebut akhirya bersatu melawan kekuasaan Portugis di Maluku.

Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Pada masa pemerintahannya berhasil memperluas daerahnya sampai ke Halmahera, Seram dan Kai sambil melakukan penyebaran agama Islam

Sumber : BSE Pendidikan Agama Islam IX
Post by Intan Nurbaiduri