Senin, 02 Desember 2013

Reproduksi Vegetatif pada tumbuhan


Reproduksi Vegetatif Alami Tumbuhan
Reproduksi vegetatif alami terjadi tanpa campur tangan manusia, tumbuhan melakukannya sendiri. Contohnya: Rizoma, stolon, kormus, umbi batang, dan bulbus (umbi lapis), umbi akar, tunas, dan tunas adventif. 

Rizoma (Rimpang)

Rizoma merupakan batang yang tumbuh mendatar (lateral) di bawah tanah. Dari batang yang mendatar akan muncul akar dan batang baru menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan rizoma adalah jahe (Zingiber officinale), lengkuas, kunyit.

Stolon (Geragih)

Stolon merupakan batang yang mendatar di atas tanah dari batang utama. Dari batang tersebut akan muncul akar dan tunas baru sehingga tumbuh menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan stolon adalah stroberi (Fragaria vesca) dan rumput teki.

Kormus

Kormus merupakan batang yang tumbuh di dalam tanah. Gladiol dan bunga tulip adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan kormus. 

Tuber (Umbi Batang)

Tuber (umbi batang) adalah bentuk modifikasi batang yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Dari tuber akan tumbuh “mata” atau tunas baru yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan tuber (umbi batang) adalah kentang (Solanum tuberosum), bengkoang, . 

Bulbus (Umbi Lapis)

Pada bulbus (umbi lapis), tunas akan muncul pada setiap lapisan umbi. Tunas tersebut akan tumbuh ke arah samping dari tubuh induk. Tunas baru tersebut akan tumbuh menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan bulbus adalah bawang merah (Allium ascalonicum) dan bawang putih (Allium sativum).

Umbi Akar

Umbi akar muncul karena akar yang menjadi tunas kemudian menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah singkong, wortel, dan lobak.

Tunas

Tunas adalah bagian tumbuhan yang tumbuh dari bagian tubuh induknya (batang atau akar) yang berada di atas permukaan tanah, kemudian menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah pisang, bambu, dan tebu.

Tunas Adventif

Selain batang, daun juga dapat termodifikasi dan tumbuh menjadi individu baru. Pada cocor bebek (Kalanchoe daigremontiana), di ujung daunnya akan tumbuh tunas adventif yang akan tumbuh akar baru sehingga tumbuh menjadi satu individu baru.

Reproduksi Vegetatif Buatan Tumbuhan


Reproduksi vegetatif buatan ini terjadi karena campur tangan manusia. Keuntungan dari reproduksi vegetatif buatan adalah pada umumnya, tumbuhan hasil reproduksi vegetatif lebih cepat pertumbuhannya daripada melalui biji. Keuntungan lain, sifat anak dan induknya sama sehingga memudahkan pemilihan bibit berkualitas. Beberapa teknik reproduksi vegetatif buatan yang biasa dilakukan antara lain stek, merunduk, mencangkok, menyambung dan okulasi (menempel).
merunduk,stek,dan okulasi contoh vegetatif buatan
(a) Merunduk; (b) Stek; (c) Okulasi


Merunduk

Merunduk dilakukan dengan menanam sebagian tubuh induk tumbuhan induk ke dalam tanah tanpa memisahkannya dari tubuh induk. Setelah beberapa saat setelah tumbuh akar, individu baru siap dipisahkan dari tubuh induknya.

Stek

Stek merupakan reproduksi vegetatif buatan yang paling mudah dilakukan. Umumnya, stek dilakukan pada batang. Stek dilakukan dengan memotong batang tumbuhan induk menjadi beberapa bagian, kemudian menanamnya pada tanah/ media tanam untuk mendapatkan beberapa individu baru dengan sifat yang sama dengan induknya.

Okulasi (Menempel)

Okulasi termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer. Reproduksi vegetatif buatan ini dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari tanaman yang spesiesnya sama dengan sifat yang lebih baik, kemudian menempelkan tunas tersebut pada tunas tanaman lain dengan spesies sama dengan tujuan memperbaiki sifat suatu individu tanaman.

Mencangkok

Tujuan dari mencangkok adalah memperoleh tumbuhan baru yang cepat berbuah dan sifatnya sama dengan sifat induk. Mencangkok dilakukan dengan membuat cabang batang tanaman menjadi berakar.

Menyambung

Menyambung (mengenten) adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis dengan tujuan  menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Misalnya, ada dua tanaman mangga. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis.


Edited:Nabila Fazrin M
Sumber:http://elearningpedia.blogspot.com/2013/06/reproduksi-vegetatif-alami-dan-buatan-pada-tumbuhan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar